Pikiranrakyat Lampung.com,Jakarta – Irjen Pol. Hery Heryawan menegaskan bahwa pertentangan ide dan gagasan bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan sebuah keniscayaan dalam proses membangun pemikiran yang matang dan bernilai.
Menurutnya, perbedaan sudut pandang justru menjadi fondasi penting untuk melahirkan sintesa yang konstruktif dan berdampak nyata.
Dalam keterangannya, Irjen Hery Heryawan menyampaikan bahwa stagnasi pemikiran sering terjadi ketika ruang dialog ditutup dan perbedaan dianggap sebagai ancaman. “Ide yang tidak diuji akan rapuh.
Gagasan yang tidak dipertentangkan tidak akan pernah mencapai kedalaman nilai,” ujarnya dengan tegas.
Ia menekankan bahwa dalam konteks organisasi, institusi, maupun kehidupan berbangsa, dialektika pemikiran harus dijaga secara sehat dan beretika.
Pertentangan ide, kata dia, bukan untuk saling menjatuhkan, tetapi untuk mencari titik temu terbaik yang berorientasi pada kepentingan bersama.
“Dari tesis dan antitesis, di situlah lahir sintesa. Sintesa inilah yang memiliki nilai, relevansi, dan daya guna bagi masyarakat,” kata Irjen Hery Heryawan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kepemimpinan yang kuat bukanlah kepemimpinan yang alergi terhadap kritik, melainkan yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan.
Menurutnya, keberanian membuka ruang diskusi dan adu gagasan merupakan indikator kedewasaan berpikir dan integritas intelektual.
Irjen Hery Heryawan pun mengajak seluruh elemen untuk tidak terjebak pada polarisasi dangkal, melainkan mendorong pertukaran ide yang rasional, berbasis data, dan berorientasi solusi.
“Tujuan akhirnya bukan memenangkan ego, tetapi menghasilkan nilai,” pungkasnya. (Red ).

























