Pikiranrakyat Lampung.com,Bandar Lampung – Penghasilan juru parkir di Pasar Tengah, Jalan Bengkulu, Bandar Lampung, terus mengalami penurunan drastis.
Kondisi ini diduga kuat sebagai dampak dari pergeseran pola belanja masyarakat yang kini lebih memilih belanja online dibandingkan datang langsung ke pasar grosiran tradisional.
Salah seorang juru parkir yang enggan disebutkan namanya mengaku, pendapatan hariannya kini jauh dari kata cukup.
Jika sebelumnya mampu mengantongi puluhan hingga ratusan ribu rupiah per hari, kini penghasilan tersebut menurun tajam.
“Sekarang sepi sekali, Bang. Mobil dan motor yang parkir jauh berkurang. Kadang seharian cuma dapat sedikit,” keluhnya saat ditemui di lokasi
Menurutnya, kondisi Pasar Tengah tidak lagi seramai beberapa tahun lalu. Lapak pedagang tampak sepi pembeli, terutama di hari-hari biasa.
Masyarakat dinilai lebih memilih berbelanja kebutuhan rumah tangga melalui aplikasi online yang dianggap praktis dan tidak perlu berdesakan di pasar.
“Orang sekarang tinggal klik dari rumah, barang datang. Kami di pasar yang kena dampaknya,” ujarnya dengan nada kecewa.
Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh juru parkir, namun juga oleh para pedagang pasar. Pasar grosiran tradisional yang selama ini menjadi pusat perputaran ekonomi rakyat kecil kini terancam kehilangan pembeli.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk mengatasi menurunnya aktivitas ekonomi di Pasar Tengah.
Para juru parkir dan pedagang berharap pemerintah daerah tidak tutup mata dan segera mengambil kebijakan agar pasar tradisional tetap hidup di tengah gempuran belanja online. (red).

























