Pikiranrakyat lampung.com,Pesawaran,– Penjabat (Pj.) Kepala Dinas Pertanian sekaligus Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran, Hermanto, secara tegas menyampaikan keluhan para petani terkait maraknya serangan hama tikus kepada perwakilan Kementerian Pertanian yang bertugas di sejumlah kecamatan.
Dalam keterangannya di ruang kerja pada Senin (15/6/2026), Hermanto berharap para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di seluruh kecamatan di Kabupaten Pesawaran dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Saya berharap kepada PPL di setiap kecamatan yang ada di Pesawaran dapat segera memberikan solusi terkait hama tikus yang saat ini dikeluhkan para petani,” kata Hermanto.
Ia menegaskan, serangan hama tikus tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan kerugian besar hingga gagal tanam.
“Jangan sampai petani mengalami gagal tanam karena serangan hama tikus,” tegasnya.
Selain menyoroti persoalan hama, Hermanto juga mengimbau para petani di Kabupaten Pesawaran untuk segera mengusulkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) guna penambahan kuota pupuk bersubsidi.
Menurutnya, data usulan RDKK harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar alokasi pupuk yang diberikan pemerintah dapat memenuhi kebutuhan petani.
“Jangan sampai usulan RDKK dari kelompok tani ke kementerian hanya mencantumkan dua kali tanam padi dalam satu tahun, sementara kenyataannya di lapangan petani menanam padi lebih dari tiga kali dalam setahun,” harapnya.
Ia menambahkan, distributor pupuk bersubsidi saat ini hanya mengalokasikan pupuk berdasarkan data yang tercantum dalam RDKK.
Jika usulan hanya untuk dua musim tanam, maka alokasi pupuk yang diterima petani juga hanya mencukupi untuk dua kali panen dalam setahun.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Pertanian, Dimyati, menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kelompok tani di desa-desa guna menekan populasi hama tikus yang menyerang lahan pertanian.
“Kami akan segera melakukan koordinasi dengan kelompok tani di desa-desa untuk membasmi hama tikus. Berbagai cara akan dilakukan, mulai dari pengendalian menggunakan racun hingga kegiatan gropyokan bersama,” ujar Dimyati.
Pemerintah berharap langkah cepat dan sinergi antara PPL, kelompok tani, serta instansi terkait dapat mengendalikan serangan hama tikus sehingga produktivitas pertanian di Kabupaten Pesawaran tetap terjaga. ( red ).

























