Pikiranrakyat Lampung.com-Pesawaran, Masyarakat Bumi Andan Jajama kembali dibuat gempar. Belum lama isu serupa mereda, kini aroma perselingkuhan kembali menyeruak ke permukaan.
Kali ini, kabar yang beredar menyebut adanya hubungan terlarang antara seorang wanita yang telah bersuami dengan pria yang juga telah memiliki pasangan sah, baik di mata agama maupun hukum negara.
Fenomena ini menambah daftar panjang retaknya nilai moral dan etika sosial di tengah masyarakat.
Perselingkuhan seolah tak lagi mengenal batas ruang dan waktu—terjadi di mana saja, kapan saja, dan sering kali berawal dari hal yang dianggap sepele: pertemanan, komunikasi berlebihan, hingga kedekatan yang dibiarkan tanpa kontrol.
Ironisnya, momen-momen lengah inilah yang kerap dimanfaatkan oleh oknum pria hidung belang dan wanita perebut laki orang (pelakor).
Dengan modus lama namun terus berulang, keharmonisan rumah tangga dipertaruhkan demi kepuasan sesaat.
Tokoh masyarakat setempat mengingatkan bahwa perselingkuhan bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bom waktu sosial.
Dampaknya bisa merembet ke konflik keluarga, rusaknya kepercayaan, hingga keresahan di lingkungan sekitar.
Untuk itu, warga Bumi Andan Jajama dihimbau agar lebih waspada dan menjaga batas dalam pergaulan.
Kesetiaan bukan hanya janji di pelaminan, melainkan komitmen yang harus dijaga setiap hari. Jangan sampai kelengahan kecil berujung penyesalan besar.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh gosip, namun tetap menjadikan peristiwa ini sebagai cermin bersama.
Bahwa perselingkuhan, sekecil apa pun celahnya, selalu membawa luka—bagi keluarga, anak, dan martabat sosial. ( Agung )

























