Pikiranrakyatlampung.com, Pesawaran – Ketersediaan jasa rental alat berat, khususnya excavator dan alat berat sejenisnya, di Kabupaten piPesawaran, Lampung, menjadi perhatian kalangan kontraktor.
Pasalnya, para rekanan mengaku masih kesulitan mendapatkan jasa penyewaan alat berat saat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan konstruksi.
Kondisi tersebut dialami salah seorang kontraktor bernama Lah-Lah. Ia mengaku kebingungan ketika mencari rental alat berat di wilayah Kabupaten Pesawaran.
Meski telah berkeliling mencari penyedia jasa, alat berat yang dibutuhkan tak kunjung didapatkan.
“Alangkah payahnya mau rental alat berat di Pesawaran. Sudah mutar ke sana kemari, tetapi tidak juga dapat. Begitu juga di Bandar Lampung. Meski ada sejumlah pengusaha besar yang bergerak di bidang rental alat berat, tetap saja sulit mendapatkannya,” keluh Lah-Lah.
Menurutnya, kebutuhan terhadap alat berat biasanya meningkat menjelang akhir tahun. Hal itu seiring banyaknya pekerjaan, baik proyek pemerintah maupun swasta, yang membutuhkan dukungan alat berat untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Beruntung, Lah-Lah akhirnya memperoleh informasi mengenai penyedia jasa rental alat berat melalui rekan-rekannya di Kabupaten Pringsewu.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran tantangan yang dihadapi kontraktor ketika membutuhkan alat berat untuk menunjang pekerjaan di wilayah Pesawaran.
Keterbatasan pilihan penyedia jasa yang dapat dihubungi dinilai menyulitkan, terutama ketika alat berat harus segera tersedia sesuai jadwal pekerjaan.
Atas kondisi itu, Lah-Lah berharap para pengusaha rental alat berat, khususnya investor dan pengusaha muda, dapat mempertimbangkan Kabupaten Pesawaran sebagai lokasi pengembangan usaha penyewaan alat berat.
Menurutnya, Pesawaran memiliki potensi untuk dijadikan lokasi garasi atau workshop alat berat.
Selain masih terdapat hamparan lahan yang berpotensi dimanfaatkan, posisi geografis Pesawaran juga dinilai strategis karena menjadi salah satu akses penghubung menuju sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
“Harapan kami, ke depan ada pengusaha rental alat berat yang membuka usaha di Pesawaran. Jadi, kalau kontraktor membutuhkan alat berat, tidak perlu lagi kesulitan mencari hingga ke daerah lain,” harapnya.
Ia menilai, kehadiran usaha rental alat berat di Pesawaran tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan kontraktor, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Lah-Lah turut menyinggung keberadaan gudang alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Lampung di kawasan Taman Sari. Namun, menurutnya, sejumlah alat berat yang berada di lokasi tersebut dinilai tidak dalam kondisi layak jalan.
Kondisi itu, kata dia, menjadi perhatian tersendiri di tengah kebutuhan alat berat untuk mendukung berbagai pekerjaan konstruksi.
Dengan potensi wilayah dan kebutuhan pasar yang ada, ia berharap Kabupaten Pesawaran dapat dilirik para pelaku usaha sebagai lokasi pengembangan bisnis rental alat berat.
Dengan demikian, ke depan para kontraktor maupun pelaku usaha lokal dapat lebih mudah memperoleh layanan penyewaan excavator dan alat berat lainnya tanpa harus bergantung pada penyedia jasa dari luar daerah. ( Red).
























