Petani Kelapa di Pesawaran Menjerit, Harga Jual Anjlok: “Dari Mana Kami Mau Dapat Untung?”

Pikiranrakyat Lampung.com, Pesawaran-Petani buah kelapa di Kabupaten Pesawaran, Lampung, mengeluhkan rendahnya harga jual kelapa di tingkat petani.

Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan petani karena biaya panen dan upah tenaga pemanjat pohon cukup tinggi, sementara harga beli dari tengkulak sangat rendah.

Para petani berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) turun tangan untuk melakukan pengawasan terhadap tata niaga buah kelapa di tingkat petani.

Mardi, salah seorang petani kelapa, mengaku bingung dengan kondisi harga saat ini. Menurutnya, harga jual kelapa yang diterima petani tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan sejak proses pemanenan

“Dari mana saya mau dapat untung? Upah manjat untuk mendapatkan kelapa dari atas pohon sampai ke bawah kita kasih Rp4.000, sementara harga jual hanya Rp5.000 per gandeng,” keluh Mardi.

Menurut Mardi, selisih harga tersebut membuat petani semakin sulit mendapatkan keuntungan. Setelah dikurangi biaya pemanjatan dan biaya lainnya, pendapatan yang diterima petani dinilai sangat minim.

“Bagaimana nasib kami?” lanjut Mardi.Petani menduga rendahnya harga tersebut terjadi karena adanya permainan harga di tingkat tengkulak.

Mereka meminta pemerintah tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga mengambil langkah tegas apabila ditemukan pihak yang sengaja menekan harga beli kelapa dari petani.

Petani berharap Diskoperindag Kabupaten Pesawaran dapat turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi sebenarnya yang dihadapi petani serta mencari solusi agar harga kelapa di tingkat petani lebih layak.

Selain itu, petani juga berharap adanya upaya pemerintah untuk memperbaiki rantai distribusi dan membuka akses pasar yang lebih luas sehingga petani tidak hanya bergantung kepada tengkulak dalam menjual hasil perkebunan mereka.

Dengan kondisi harga yang rendah dan biaya produksi yang terus berjalan, petani khawatir usaha perkebunan kelapa semakin tidak menguntungkan dan berdampak terhadap keberlangsungan kehidupan mereka. (Agung).

banner 300x250

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *